The Art of Blogging : Behind-the-Scene of my creative content

Blogging is an art. Ya! seni, karena saya menikmati setiap prosesnya dan berbagi dengan orang lain membuat saya bahagia. Nilai plus-nya, saya mempelajari kembali setiap hal yang akan saya tulis dalam blog; dengan mengetahui dasarnya, saya bisa melakukan modifikasi yang sesuai dengan keinginan. Seperti yang teman-teman ketahui, blog saya menguraikan tutorial menjahit kriya, harus diakui, proses pengolahan konten kreatif niche blog semacam ini berbeda dengan yang lain meskipun tampilannya sama–tulisan dan grafis. Saya menjalani proses yang panjang karena tutorialnya harus diuji-coba terlebih dahulu. Selain itu, saya juga harus mendeskripsikan setiap langkah dengan jelas agar bisa diikuti sehingga hasil jahitannya sama seperti yang saya buat. Jadi jelas, saya membutuhkan peralatan dan software penunjang yang mumpuni, sehingga bisa memberikan hasil yang sesuai keinginan karena self-satisfaction penting bagi saya. 

Karena sekarang ini kita sedang membahas tentang rahasia di balik konten kreatif, maka saya tidak akan sungkan untuk membocorkan “calon” senjata rahasia saya dalam membuat konten kreatif. Beberapa bulan terakhir ini, perhatian saya tertuju pada ASUSPRO B8230, salah satu notebook keluaran terbaru dari ASUS dan sudah launching di Indonesia. Yang paling membuat saya tergiur adalah fitur-fitur yang mendukung grafis high-tech, yang jelas akan meningkatkan produktivitas saya dalam membuat konten kreatif. Ya! ASUSPRO B8230 ini dilengkapi dengan Intel core i7 processor dan diberi nama Intel Skylake, ia memiliki grafis 3D yang 30 kali lebih baik, resolusinya tinggi dengan detail lebih tajam, dan kecepatan frame lebih tinggi. Wow kan?! Buat para blogger yang betah duduk manis di depan laptop selama berjam-jam seperti saya, processor generasi keenam ini juga didukung oleh teknologi anti-panas dan hemat daya. Lebih efisien karena penggunaan baterainya lebih hemat 30%, sehingga produktivitas kita akan meningkat 2,5 kali lipat. Saya juga membutuhkan kapasitas penyimpanan yang besar untuk foto-foto tutorial dari kamera, notebook ini pas sekali karena memiliki kapasitas maksimum DDR4 sampai 64 GB dengan frekuensi RAM 2133 MHz. Large and fast!

ASUS PRO B8230

Kita akan membahas lebih lanjut tentang fitur notebook ASUSPRO B8230 ini sambil jalan yaa, karena saya akan menguraikan bagaimana notebook ini membantu saya mengolah konten kreatif, jadi simak terus. 

Dalam bukunya, Blog Inc., Joy Deangdeelent Cho menguraikan tentang share your life or your work, 

Sharing part of your life or work on your blog is something that no one else can replicate, as these experiences or creations are yours alone. By giving readers insight into your creative process or moments from your everyday life, readers are more likely to connect with you on personal level.”

Jadi menguraikan proses kreatif di balik konten blog ini akan mendekatkan saya dengan teman-teman pembaca. Pengalaman yang saya deskripsikan dalam blog ini adalah “keunikan” saya. Teman-teman juga pastinya memiliki keunikan inspiratif yang bisa dinikmati oleh orang lain.

So once more, blogging is an art!

Saya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengolah satu postingan, jelas, karena isi blog saya benar-benar membutuhkan kreativitas yang tidak hanya berupa deskripsi tulisan dan grafis. Sejak bertekad lebih serius nge-blog di awal tahun 2017 ini, saya semakin banyak membaca segala hal tentang blogging, styling foto, mempelajari bagaimana memaksimalkan kamera saya, membuat photo booth sendiri di rumah, sampai memilih desain, tulisan, dan warna “khas” untuk blog ini. 

I keep learning because I wanna get better!

Berikut ini adalah beberapa hal yang sudah saya pelajari dan terapkan, tapi perlu saya ingatkan bahwa saya tergolong newbie dan hal-hal yang diuraikan dalam behind-the-scene ini didasarkan pada pengalaman pribadi dalam membuat konten kreatif untuk blog saya yang kebanyakan berupa tutorial. Semoga bisa memberi inspirasi. 

Here we go..

1. Bookmark it !

Langkah pertama saya dalam membuat konten tentu saja ide. Datangnya bisa dari mana saja, saya menghabiskan waktu luang saya di sosial media, terutama instagram dan mengkhususkan galeri instagram saya untuk hal-hal kreatif dan mengikuti akun-akun yang bisa mendukung kreativitas saya. Bukan online shop fashion. hehe…

Selain itu, saya memiliki buku khusus yang saya sebut “the creative book“, buku ini tidak sepenuhnya kreatif karena lebih banyak berisi coretan dan gambar tidak jelas, tapi selalu ada dalam tas. Kapanpun dan dimanapun ide muncul, saya akan mencoret-coret buku saya. Saya juga banyak browsing di Pinterest (seringkali) melalui handphone atau notebook untuk mencari pendukung ide tersebut dan mempelajari masalah yang berkaitan dengan ide saya. Menurut saya, Pinterest sangat praktis, cukup menekan tombol “pin it” untuk memasukkannya dalam board pilihan di akun saya, atau hasil browsing ini akan saya simpan dalam evernote web clipping jika sudah membaca situsnya secara lengkap dan ada beberapa hal yang perlu saya kutip atau ditekankan, ini adalah salah satu upaya saya untuk mencegah lupa. Everybody might have their own way remembering things.

evernote

Laptop atau notebook penting bagi saya. Karena selalu bolak-balik dari handphone ke notebook, saya membutuhkan notebook yang kompatibel dan fleksibel terutama jika saya sedang berada di luar rumah dan memiliki waktu luang untuk browsing. Salah satu pertimbangan utama saya adalah laptop yang ringan, ASUSPRO B8230 ini hanya memiliki berat 1,33 kg, karena terbuat dari karbon ringan namun desainnya elegan, stylish, dan praktis untuk dimasukkan ke dalam tas favorit saya. Dan satu lagi, tidak perlu khawatir kehabisan baterai dan bingung mencari tempat charging saat berada di luar rumah karena baterai laptop ini mampu bertahan selama 8 jam, ia memiliki 3 cell baterai Li-polymer 49 watt. Yang lebih penting lagi, laptop ASUSPRO B8230 ini kompatibel dengan konektivitas tipe CAT6 LTE, jadi koneksi internet terjamin, asalkan ada jaringan. Definitely my choice!

2. Trial and Error 

Setelah mengumpulkan hasil “riset” atau mencetak beberapa versi tutorial, saya mulai menyiapkan “peralatan tempur” untuk menjahit, seperti mesin jahit, kain, pensil, penggaris, peralatan jahit, gunting, bahkan kalender bekas untuk membuat pola. Dalam proses ini, saya akan mempelajari tutorial yang telah diuraikan oleh crafter lain terlebih dahulu, kemudian mengaplikasikan tutorial tersebut dan mencatat poin-poin yang harus saya tekankan di dalam blog, terutama yang berhubungan dengan pengalaman saya selama mempraktekkan tutorial tersebut. Saya lebih fokus pada hal-hal yang tidak disebutkan dalam tutorial aslinya, saya menamakannya “sewing tips“. Untuk tutorial basic sewing, biasanya saya mengumpulkan beberapa tutorial dari sumber berbeda dan mengambil teknik yang menurut saya paling praktis dan rapi, hal ini jelas bervariasi pada setiap orang karena kita memiliki selera dan kemampuan yang berbeda-beda. Jadi, tutorial yang saya uraikan dalam blog ini adalah sudut pandang saya pribadi. 

3. Photoshoot

Sesi pemotretan merupakan salah satu langkah terpenting untuk mengisi konten yang kreatif. Biasanya, saya melakukannya bersamaan dengan proses trial and error, jadi setiap langkah harus dipotret. Grafis yang baik membutuhkan perangkat pendukung yang tepat, saya memiliki keyakinan bahwa perangkat yang canggih juga berperan dalam memperoleh hasil yang berkualitas tinggi. Seringkali, saya menggunakan unsur kepuasan dan selera pribadi dalam memotret dan styling produk hasil tutorial. Detail adalah bagian penting dalam menjahit, oleh karena itu saya selalu memberikan grafis [terutama foto] yang menegaskan bagian detailnya, saya berharap langkah ini bermanfaat dan membantu teman-teman dalam mengikuti tutorial dalam blog ini.

Satu file foto dari kamera DSLR membutuhkan memori sekitar 5 sampai 6 MB. Untuk satu tutorial, biasanya saya memotret sebanyak 74 kali, jadi ada 74 foto yang harus dipilih dan space yang saya butuhkan lebih dari 370 MB. Setelah pemotretan, kamera saya wajib terhubung dengan laptop untuk melihat preview seluruh foto sebelum memilih mana yang harus dihapus atau diambil. Proses seleksi ini berlangsung cepat, yang lama adalah proses import dari kamera ke laptop. Teman-teman mungkin menghadapi kendala serupa jika laptop yang kita miliki kurang reliabel. Berdasarkan spesifikasi yang disebutkan dalam situs resminya, notebook ASUSPRO B8230 didesain untuk memenuhi permintaan kita terhadap laptop yang reliabel dan PROficient, sehingga mendukung produktivitas dalam mengolah konten kreatif, tidak perlu menunggu lama mengamati process bar dan menunggu kapan %-nya bertambah. ASUSPRO B8230 memiliki kapasitas 4 GB DDR4 Memory Onboard SDRAM 2133MHz, soket SDRAM bisa ditambah sampai 20 GB, dan yang paling menggiurkan, Intel HD Graphic 520. Memori berlimpah, proses cepat, grafis berkualitas tinggi, pemeliharaannya mudah dan bisa dilakukan sendiri. Perfect!

ASUSPRO - Back cover

4. Drafting

Oke, ide sudah terealisasi menjadi suatu produk, foto-fotonya pun sudah terkumpul dalam notebook kesayangan. Saya menggunakan blog planner untuk drafting setiap postingan. Blog planner ini saya unduh gratis dan berisi poin-poin yang saya catat saat proses “trial and error”, kata kunci, kategori, judul yang akan saya gunakan, link hasil riset, publikasi, dsb. Sebagian besar blogger memulai dari judul dan ide, tapi saya merealisasikan ide terlebih dahulu lalu membuat draft-nya. ^.^ setiap orang memiliki caranya masing-masing.

glasses blog content

Saya menyesuaikan judul dengan hasil tutorialnya, biasanya cukup menambahkan beberapa kata agar tutorial tersebut menjadi “milik saya” atau menampilkan nama pembuat tutorial aslinya, hal ini saya lakukan setelah memperoleh ijin tertulis. Sesuai misi “memperluas pertemanan”, saya biasanya mengirimkan email atau private message kepada pembuat tutorial aslinya untuk meminta ijin. Sebagian besar crafter pasti mengijinkan dan tidak lupa saya pasti mencantumkan link aslinya. Ini adalah bagian dari menghargai karya orang lain. 

5. Editing and Styling

Ini adalah bagian dimana notebook sangat berperan penting. Langkah pertama, saya mentransfer foto-foto “pilihan” ke dalam Dropbox agar saya bisa mengedit menggunakan aplikasi Lightroom di handphone. Aplikasi ini merupakan salah satu photo editor terbaik menurut saya, lebih ringkas dibandingkan Photoshop yang sampai sekarang belum saya kuasai. Sama seperti Photoshop, sebenarnya Lightroom ini memiliki versi “besar”nya untuk PC, saya pernah mencoba menginstal programnya dalam notebook, yang memunculkan tulisan not responding, tidak memungkinkan untuk membuka beberapa program sekaligus dan waktu tunggunya itu yang membuat saya akhirnya memutuskan untuk menyudahi saja program ini. Uninstall! Karena itulah saya beralih ke aplikasi di handphone. Tentu saja hal ini tidak terjadi jika waktu itu saya menggunakan notebook ASUSPRO B8230. Dukungan processor-nya canggih dan cepat, apalagi ada TPM [Trusted Platform Module] yang merupakan chip hardware terintegrasi untuk enkripsi data, sehingga saat digunakan bersama paket perangkat lunak, seperti Adobe Lightroom berbayar, keamanannya lebih terjamin karena notebook ini memiliki kemampuan untuk melindungi file, email dan privasi. Selain itu, notebook ini memiliki teknologi biometrik sidik jari untuk konfirmasi akses ke notebook, informasi dalam akun berbayar kita tentu tidak mudah disalahgunakan oleh orang lain. Double safety! 

lightroom CC

ASUSPRO B8230

Dalam hal kenyamanan, terutama saat editing foto, dimana kita sering menggerakkan kursor ke berbagai arah: kanan, ke kiri, naik, turun, zoom in dan out, notebook ASUSPRO B8230 ini sangat ergonomis, karena ia memiliki touchpad intuitif dan SensePoint yang mendukung smart gesture sentuhan jari, memilih dan “scroll” bisa dilakukan dengan satu tangan, semudah mengoperasikan smartphone. Editing foto tidak membutuhkan “tetikus” lagi, simple dan praktis!

ASUSPRO Smart Gesture touchpad

6. Writing and Hit publish

Ini tahapan paling sulit bagi saya. Menemukan ide adalah hal yang mudah, karena tidak banyak niche blog seperti ini di Indonesia sehingga saya bisa lebih mengembangkannya bahkan membuat tutorial series, namun terkadang saya macet di tengah jalan saat menuliskan deskripsi panjang lebar untuk setiap poin yang sudah saya tulis dalam blog planner. Apakah teman-teman juga pernah mengalaminya? Idenya sudah tertanam mantap tapi kalimatnya tersembunyi di sudut otak yang lain. Btw, apa teman-teman sudah tahu kalau selain ergonomis untuk mengedit, ASUSPRO B8230 ini juga nyaman untuk mengetik? tuts keyboard-nya berjarak 2 mm dan ergonomis, pastinya bisa mengurangi kelelahan jari saat mengetik. Perfectly designed for blogger and writer isn’t it?  Dengan notebook ini, kita bisa menulis beribu-ribu kata tanpa kram dan typo, terutama kalau sudah dikejar dateline ya..

Terima kasih sudah menyimak behind-the-scene creative content blog saya, prosesnya memang cukup panjang tapi jika kita menganggapnya sebagai suatu seni yang dinikmati, semuanya akan terasa menyenangkan bahkan menghibur. Oleh karena itu, di setiap postingan, saya selalu menekankan kata “sewtherapy” kali ini saya akan mengubahnya menjadi “blogtherapy” : blog sebagai terapi. 

Konten kreatif adalah penarik massa untuk berkunjung ke blog kita, tidak hanya untuk menaikkan ranking dan traffic, tapi proses berbagi itulah yang membuat blogging memiliki seni tersendiri bagi penikmatnya. Kesimpulan saya, creative content is a work of art and ASUSPRO B8230 is the notebook of choice. Secara pribadi, setiap fitur keunggulan notebook ini merupakan pendukung yang sempurna dalam mengolah konten kreatif blog yang memakan waktu. Jadi, saya memang membutuhkan kenyamanan, kepraktisan, dan kemutakhiran yang ditawarkan oleh ASUS dalam notebook-nya ini. Saya yakin, teman-teman yang membaca postingan ini akan setuju dengan saya, let’s take our creative content to the next level!

Silahkan meninggalkan pesan untuk saya, fitur apa saja yang teman-teman kagumi dari ASUSPRO B8230 ini?

Saya tunggu yaa

 

see you next time, #blogtherapy

momenio.com 

 

ASUS
Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog ASUS
yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan ASUS Indonesia

1,044 total views, 1 views today

18 Comments

  1. Ngeblog memang pekerjaan seni. Cocok dengan filosofi ASUS yang mendukung pekerjaan seni jadi gampang dan semakin menyenangkan.

    1. Author

      seni coz kita memakai semua indera untuk ngeblog. glad you’re agree with me. thank you for blogwalking.

  2. Photographynya bagus banget deh.. Goodluck yah!!
    btw aku juga ikutan lombanya nih hehe mampir2 yahh ^^

    heyyyyyjudeeeee.wordpress.com

    1. Author

      thank you. good luck to you too yaa…

      sudah blogwalking, really cool blog! i have so much to learn.

  3. saya suka dengan grafisnya, pastinya enak buat nge game juga nih.. apalagi kalo main game bola gitu… apalagi sudah didukung dengan Intel Core i7 Processor… mantab nih.. mau dong

    1. Author

      thank you mak..absen ikutan yaa kali ini? aq kok gak liat postingannnya di blognya mak.

  4. Setuju. Blogging is an art. Sekarang rasanya kurang cukup kalau sekadar tulisan. Konten blog lebih menarik bila diperkaya dengan video, gambar, atau lainnya

    1. Author

      Bener mba, we must update terus dan evolve. sekarang video lg in, ke depannya entah apa lagi..jadi kebutuhan gadget kita jg bakal ikutan evolve.

      terima kasih sudah blogwalking yaa mba keke..I love your blog too…

  5. Agree–blogging is an art…seni menulis…:) dan gaya hidup juga kalau disaya…kebanyakan curhat sih ya di blog 😀 ha ha ha

    1. Author

      hihi…aku ud mampir mak…cool blog. curhatan yang berisi.

      thank you sudah mampir yaa mba…

  6. referensi nih, nambah ilmu, tengkiu ya mbk udah ngenalin asus dan berbagi resep bikin content yg kece, : )

    1. Author

      thank you mba sudah blogwalking. semoga kontennya bisa menjadi inspirasi buat kita semua, dan saya jg msh harus belajar lbh banyak..

      thank you again…

    1. Author

      haha…betul mba..tapi harga terjangkau untuk spesifikasi yang oke punya. plus durable yaa ASUS ini. ^.^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *