How to sew a zipper pouch neatly

title page

Kali ini saya akan memberikan proyek sederhana untuk mengaplikasikan tutorial minggu lalu, tentang memasang resleting. Teman-teman bisa membaca tutorialnya di sini. Teman-teman yang sudah pernah mencoba menjahit pouch ber-resleting [zipper pouch] tentunya pernah mengalami kesulitan tertentu, yang pernah dan sering saya alami adalah pouch nya terlihat “penyok” [dented corner]-ujung-ujung resleting masuk ke dalam- karena terlalu tebal jadi susah dikeluarkan, masalah lainnya, kain dalamannya tidak pas [ill-fit lining], biasanya kelebihan sehingga nampak kurang rapi karena kainnya “bergelambir”. Bagaimana dengan teman-teman yang sudah pernah mencoba menjahit resleting, apa saja kesulitan yang dihadapi?

Photo 1-24-17, 1 14 44 PM

Pouch semacam ini tergolong multifungsi, bisa jadi wadah yang praktis untuk membawa perlengkapan make up sehari-hari, perlengkapan mandi, bahkan sampai untuk menampung uang koin saat ke pasar. Ketika saya masih kecil, zipper pouch semacam ini biasanya hadiah dari toko emas dan bentuknya kecil terbuat dari kulit sintetis, tapi waktu itu saya tidak mengerti bagaimana membuatnya bahkan tidak kepikiran sama sekali kalau setelah dewasa akan belajar menjahit dompet semacam itu, yang saya pahami waktu itu, ibu saya selalu menggenggam dompet hadiah toko emas itu saat ke pasar dan isinya gulungan uang dan koin receh

Sekarang, karena sudah bisa membuatnya sendiri -versi besar ataupun kecil- saya ingin berbagi dengan teman-teman satu trik untuk membuat zipper pouch yang rapi, tanpa penyok dan kain dalamannya pas. Monggo disimak yaa..

Dalam tutorial kali ini, kita akan mempelajari bagaimana cara memasang resleting yang rapi, menjahit bisban [bias tape], dan membuat boxy corner a la Jepang. Kenapa saya menyebutnya “a la Jepang”? Ini istilah yang saya buat sendiri, dari hasil pengamatan bahwa teknik boxy yang akan saya uraikan ini banyak digunakan di buku craft Jepang, baik untuk membuat pouch ataupun tas, saya jarang menemukan crafter bule yang menggunakan teknik ini walaupun ada beberapa diantaranya, terutama yang keturunan Asia. Saya memiliki beberapa majalah craft Jepang [edisi lama], jika teman-teman berminat silahkan daftarkan alamat email-nya di sidebar nanti akan saya kirimkan bukunya. Gratis!

Cutting

Saya selalu membuat pola dan ukurannya terlebih dahulu pada kertas kalender bekas. 

  • 2 lembar kain outer/luar ukuran 24 x 18,5 cm
  • 2 lembar kain lining/dalaman ukuran 24 x 18,5 cm
  • 4 lembar interfacing ukuran 24 x 18,5 cm [saya menggunakan staplek berperekat]
  • Bisban/bias tape ukuran 3 x 37 cm [bisban bisa dibuat sendiri menggunakan kain dalaman] 
  • Kain untuk zipper tab

Sewing :

  • Rekatkan interfacing pada kain outer dan lining dengan cara menyetrika. 
  • Penyesuaian panjang resleting dan memasang zipper tab. Buat tanda menggunakan pena pada salah satu sisi panjang kain [outer & lining] yang akan dipasangi resleting. Jarak dari pinggiran kain 0,5 x 0,5 cm atau bisa dilebihkan. Potong resleting mengikuti tanda tersebut. Lalu pasang zipper tab, panjang resleting setelah zipper tab terpasang harus sama dengan panjang kedua tanda pena pada kain [tanda kanan-kiri]. 

Photo 1-24-17, 1 16 36 PM

Photo 1-23-17, 11 08 55 AM

Photo 1-24-17, 1 44 43 PM

  • Tutorial pembuatan zipper tab dan pemasangan resleting dapat dilihat di sini. Pada kain lining, sama seperti memasang resleting pada kain outer. Garis jahitan pada kain outer ditimpa/dijahit-ulang. Ingat, sisi bagus kain menghadap ke arah sisi bagus resleting [prinsip ini berlaku untuk kain outer ataupun lining]. Panah merah pada foto menunjukkan tanda 0,5 cm yang dibuat tadi.

Photo 1-24-17, 1 18 41 PM

  • Sesuaikan panjang dan lebar kedua kain outer sehingga sisi bagusnya saling berhadapan [RST], lakukan hal yang sama sehingga kedua kain lining RST. Amankan dengan penjepit atau jarum pentul. 

Photo 1-23-17, 11 56 47 AM

  • Jahit sisi panjang kain outer dan lining, masing-masing. Jarak jahit 1/4″ [sesuai dengan presser foot]. Lalu setrika hasil jahitan tersebut agar terbuka.

Photo 1-24-17, 1 27 45 PM

Photo 1-24-17, 1 21 30 PM

  • Balik kain sehingga sisi bagus kain lining ada di luar dan sisi bagus kain outer ada di dalam. Trik-nya: Tarik dan keluarkan resleting melalui salah satu sisi lebar kain lining yang tidak dijahit. 

Photo 1-23-17, 12 06 49 PM

Photo 1-23-17, 12 11 46 PM

Photo 1-23-17, 12 11 32 PM

  • Sisi panjang kain yang sudah dijahit dilipat ke dalam. Lebar lipatan 3,5 cm. Bagian yang dijahit terselip di dalam.

Photo 1-23-17, 12 17 43 PM

Photo 1-23-17, 12 17 15 PM

  • Pasang label jahit atau ring D [optional]. Jahit kedua sisi lebar kain dengan jarak jahit 1/4″. Jahitan jangan sampai mengenai zipper tab, beri jarak 0,5 cm.

Photo 1-24-17, 1 35 18 PM

Photo 1-24-17, 1 29 29 PM

Photo 1-23-17, 12 27 31 PM

  • Pasang bisban/bias tape pada sisi lebar kain yang baru saja dijahit. Lipat ujung-ujung kain bisban agar pinggirannya rapi, amankan posisinya lalu jahit. Jarak jahitnya sama, yaitu 1/4″. Tutup bisban dengan jahitan sembunyi di sisi sebaliknya. And you’re done !

Photo 1-23-17, 12 30 14 PM

Photo 1-24-17, 1 32 26 PM

Photo 1-23-17, 12 40 31 PM

Berikut ini adalah hasilnya..

Photo 1-23-17, 1 26 22 PM

Photo 1-23-17, 1 32 56 PM

Photo 1-23-17, 1 25 13 PM

Photo 1-23-17, 1 27 39 PM

Photo 1-23-17, 3 06 00 PM

Photo 1-24-17, 1 36 51 PM

Sederhana dan rapi, kan? dijamin bisa direproduksi dengan kerapian yang sama. Jadi hari ini kita sudah belajar beberapa teknik sekaligus, tidak hanya mengaplikasikan tutorial resleting. Dan teman-teman sudah mengerti apa yang saya maksud dengan “boxy a la Jepang” yang lebih praktis karena tidak perlu membuat pola ataupun potong-memotong ujungnya untuk membentuk boxy, dan ada unsur “estetik”-nya. Aksen kotak-kotak yang ada di foto pouch di atas itu dijahit tangan menggunakan teknik yang disebut sebagai sashiko. Next time, kita belajar sashiko-nya yaa…

Self-satisfy? definitely Yes! 

Pokoknya happy deh setelah menjahit pouch ini dan ingin membuatnya lagi. No stress.

Baiklah, saya undur diri dulu, sampai ketemu di kesempatan berikutnya. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan isi kolom komentar. Dan, bagi teman-teman yang ingin memperoleh buku craft gratisan tadi jangan lupa subscribe yaa..

Terima kasih, semoga bermanfaat tutorial saya kali ini. dan yang pasti, #sewtherapy #momenio. 

1,585 total views, 7 views today

6 Comments

  1. rapi bangeeetttt ^o^.. narik napas dulu kalo mau bikin begini :D.. kayaknya, aku msh blm bisa masuk ke level pasang zipper mba… harus belajar jahit pake mesinnya dulu, dan belajar menjahit yg lurus dulu 😀

    1. Author

      ^.^ semangat terus mba…pasti bisa!
      sstt…sampai sekarang pun, kadang jahitan sy jg gak lurus.

  2. Waah mba cantik sekali baru tau kalau ada teknik bikin pouch yg beginian😀boleh ijin save gambarnya ya?untuk coba buat jg…yang gaq kalah kerennya motifnya itu lhoo…ternyata jahit tangan yaa bagusnyaa rapi sekali..tks yaa

    1. Author

      ^.^ silahkan mba..
      terima kasih sudah berkunjung ke blog saya..nanti sy akan share juga cara membuat sashiko-nya.

  3. Dini, terimakasih banget atas kemurahan hatinya bagi2 ilmu. Saya sangat terbantu dengan artikel dan tutorial ini. Maklum newbie. Dalam artikel ini, ada buku teknik menjahit Jepang yang mau dibagikan. Apakah masih ada? Kalau ada, saya mau ya. Bagaimana caranya? Thanks a lot.

    1. Author

      ada mba…nanti saya kirimkan ke email yaa mba.. ^.^
      terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. senang sekali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *