Scraps buster : Simple Square Pincushion

simple square pincushion

Scraps = sisa kain/perca. 

Apa yang teman-teman lakukan dengan kain perca sisa guntingan yang berukuran kecil-kecil? dijual? dibuang? dikumpulkan dan menumpuk begitu saja? Kalau saya, lebih suka mengumpulkannya. Dalam postingan kali ini, saya akan menguraikan bagaimana memanfaatkan kain perca sisa menjadi sesuatu yang cantik dan fungsional. Ini adalah salah satu proyek upcycle untuk pemula. 

Saya memiliki tumpukan kain sisa hampir satu kontainer besar di gudang, kenapa saya taruh di sana? Karena sang pemilik rumah, yaitu ibu saya, sering ngomel kalau kontainer beserta isinya itu hanya mengganggu pemandangan. Jelas yaa, saya orang yang berantakan kalau sedang berkreasi. Katanya, orang kreatif itu tidak bisa rapi, kalau rapi berarti tidak punya proyek untuk dikerjakan. Bener nggak? Kembali lagi ke proyek upcycle kita, kali ini saya akan menguraikan cara membuat pincushion sederhana, itu lho tempat menusukkan jarum pentul, yang dibutuhkan oleh para crafter dan hijabers. Waktu saya baru belajar menjahit dulu, yang sama sekali tidak tahu-menahu bagaimana mengoperasikan mesin jahit, inilah benda pertama yang saya buat dengan jahit tangan. Pincushion ini merupakan salah satu must-have-item setiap crafter, yang ternyata laku keras jika dijual karena biasanya dibuat selucu mungkin, menggemaskan bagi yang melihatnya, kelihatan imut-imut dan cantik, cara membuatnya pun mudah. 

Dari sekian banyak model pincushion, kali ini saya hanya akan menguraikan satu tutorial tentang pincushion berbentuk kotak, sekaligus menjawab pertanyaan di Instagram saya. Dari tutorial kali ini, teman-teman bisa berlatih menjahit yang lurus [kalau bisa tanpa penggaris, bagi yang menggunakan mesin jahit], jahit sembunyi, dan yang spesial, sewing illustration dari Minki Kim. 

Sedikit bercerita tentang Minki Kim, bisa dikatakan bahwa saya adalah penggemar berat karya-karyanya. Minki adalah keturunan Korea yang tinggal bersama suami dan anak-anaknya di Amerika Serikat. Ia adalah seorang ibu rumah tangga dan hobinya membuatnya menjadi selebgram crafter. Ciri khas Minki yang membuat setiap orang jatuh cinta adalah sewing illustrations, bahkan kini sudah dipublikasikan dalam bentuk buku. Saya memiliki versi pdf-nya dalam library Scribd saya, karena belum mampu membeli buku hardcover-nya. hehe..dan menurut saya lebih praktis juga karena saya bisa membacanya melalui handphone. Sampai tanggal 31 Januari 2017 ini, Minki Kim mengadakan pincushion challenge yang ada di bukunya. Challenge ini di-posting ke akun instagram dengan hastag #pincushion2017sal. Untuk mengenal Minki Kim lebih jauh lagi, silahkan blogwalking atau stalking akun instagram beliau yaa.

Okay, sekarang kita bahas tutorialnya. Saya menggunakan ukuran yang tertera dalam buku Minki Kim, saya sudah meminta ijin dari Minki, tapi sampai sekarang belum ada jawabannya. Nanti saya konfirmasi ulang lagi kalau postingan ini sudah publish. ^.^Untuk tutorial sewing illustration, teman-teman bisa melihat videonya dalam youtube channel Minki Kim, tidak ada yang lebih expert daripada Minki sendiri. Jadi, kalau mau belajar, sebaiknya belajar dari sumbernya langsung. Sewing illustrations adalah istilah untuk menggambar menggunakan mesin jahit, walaupun sebenarnya bisa dilakukan dengan jahit tangan, tapi kurang afdol gitu yah..hehe..

Pola gambar-gambarnya bisa diunduh langsung di sini. Namun sayangnya periode free download-nya sudah lewat, hanya sampai 1 Januari 2017, midnight. Teman-teman bisa membeli di situs tersebut, menggunakan gambar sendiri, atau mengunduh ilustrasi gratisan lainnya untuk berlatih. It’s a fun thing, jangan sampai kelewatan. 

Jadi seperti inilah gambar-gambar yang sudah saya jiplak ke kain dan siap untuk proses “menggambar menggunakan mesin jahit.” Saya menggunakan kain blacu, dalam tutorialnya Minki menggunakan kain linen polos berwarna natural.

Photo 1-15-17, 3 16 23 PM

Photo 1-15-17, 3 18 06 PM

Dalam bukunya Minki kim menguraikan beberapa cara untuk menjiplak gambar ke kain. Tapi sejauh ini, saya nyaman dengan satu metode saja, yaitu menggunakan karbon. Dan, saya menggunakan lem berbentuk stick/batangan atau lem kertas biasa, atau jika teman-teman memiliki iron on scotchbond, itu juga sangat membantu, saya pernah mencobanya tapi harganya lumayan yaa di Indonesia, jadi saya eman-eman dan kurang praktis juga karena harus bolak-balik menyetrika, kalau memakai lem stick  menyetrikanya bisa sekalian dengan pemasangan kain interfacing-nya.

Material and tools 

  • peralatan jahit [termasuk mesin jahit] dan gunting
  • penggaris 
  • pena/pensil
  • pilot frixion pen atau  pena kain.
  • lem stick/batangan, merk disesuaikan dengan persediaan
  • sumpit besi berujung bulat [jika ada, ini versi saya pribadi]
  • kertas karbon
  • pinset untuk membantu pada saat membuat sewing illustration [ini versi saya pribadi]
  • viselin berperekat yang paling tipis sebagai interfacing
  • kain blacu atau linen, dan kain katun
  • dakron 

Photo 1-15-17, 3 14 48 PM

Photo 1-15-17, 3 15 48 PM

Cutting:

  • Potong kain blacu/linen dan kain katun menjadi segiempat dengan ukuran 3 1/4 inci x 3 1/4 inci. Masing-masing satu potong. 
  • Potong viselin menjadi segiempat berukuran 2 x 2 inci, namun saya menggunakan ukuran sama seperti kain blacunya. 

Sewing:

  • Setelah membuat sewing illustrations-nya pada kain blacu/linen. Letakkan kain blacu dan katun RST [sisi bagusnya saling berhadapan], sisi “bagus” kain blacu/linennya adalah sisi yang telah dibubuhi sewing illustrations
  • Jahit keempat sisi kain berbentuk segiempat tersebut, sisakan bagian tanpa-jahitan sekitar 1 inci atau 2-3 cm di pertengahan, jangan sampai seluruh sisinya terbuka agar bentuk pincushion-nya nampak lebih natural, karena sudut-sudut kainnya tetap terjaga. Lalu balik kain sehingga sisi bagusnya berada di luar, gunakan sumpit berujung bulat untuk menyempurnakan sudut-sudut kain. Untuk tahap ini, ada juga yang menganjurkan untuk menggunakan ujung gunting yang ditutup, tapi seringkali cara ini gagal untuk saya, karena ujung gunting saya terlalu tajam jadi justru tembus ke luar. Kalau teman-teman ingin menggunakan ujung gunting, perhatikan apakah ujungnya tajam atau membulat.

Photo 1-16-17, 9 20 02 AM

  • Masukkan dakron secukupnya melalui bagian yang tidak dijahit tersebut. Saya memasukkan sedikit dakron terlebih dahulu untuk memenuhi bagian sudut-sudutnya dan menggunakan sumpit berujung bulat untuk menekan dakron di bagian sudut-sudut kain. 
  • Jahit bagian kain yang terbuka menggunakan jahitan sembunyi/ladder stitch. Simak tutorialnya ada di sini, ini video perdana saya, jadi masih amatiran. Next time will be better ^.^

And you’re done!

Photo 1-16-17, 9 41 59 AM

Photo 1-16-17, 9 45 57 AM

Photo 1-16-17, 9 47 39 AM

Cukup mudah bukan bagi pemula, dan teman-teman yang belum memiliki mesin jahit juga bisa membuatnya dengan jahit tangan seperti saya dulu. Tambahan sewing illustration pada pincushion segiempat sederhana ini membuatnya terlihat sophisticated dan elegan. Bahagia itu sederhana. Trust me!

You should try it, and let me know. 

Kalau ingin menceritakan pengalaman atau bertanya, silahkan share di kolom komen yaa, saya tunggu lhoSelamat bersenang-senang. #sewtherapy #momenio

momenio.com

25,370 total views, 87 views today

8 Comments

  1. Aw Din, ini kamu kreatif skali dan dr cara penjelasan dan fotonya terlihat mudah deh, tapi blm tentu sebagus itu kalo saya coba hehe. Btw boleh tau ngga fotonya pake kamera apa ya bagus2 hasilnya 🙂 Salam kenal Dini

    1. Author

      ^.^ terima kasih banyak..ayok sama-sama belajar crafting. ngilangin stres. hehe..
      saya pakai Canon EOS 60D.
      terima kasih sudah berkunjung Sari.

  2. ah mbak kreatif sekali dan keren hasilnya

    1. Author

      ^.^ ayook belajar kreatip bareng-bareng mba hastira.
      terima kasih yaa sudah berkunjung ke blog saya. so happy!

  3. Hasilnya imut2 yaa dan ga pasaran..
    Beli Pena kain dimana ya? Di toko2 kain gitu adakah?Jadi inget.. Kalo jaman SD dulu kain perca ini dibikin bando sama mama saya terus saya jualin ke temen2. 🙂

    1. Author

      saya belinya di toko online yang jual bahan dan alat menjahit. sebelum punya pena kain, saya pakai pensil/pena tinta biasa.
      mamanya kreatip dan anaknya yg jadi enterpreneur-nya. kombinasi yang bagus.
      terima kasih sudah berkunjung mba syarifani.. ^.^

  4. Have you ever thought about creating an ebook or guest authoring on other sites?

    I have a blog centered on the same subjects you discuss
    and would really like to have you share some stories/information. I know my
    audience would appreciate your work. If you’re even remotely
    interested, feel free to shoot me an e-mail.

  5. Hola! I’ve been reading your weblog for some time now and finally got the courage to
    go ahead and give you a shout out from Humble Tx!
    Just wanted to mention keep up the fantastic job!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *