Tutorial : Half-square triangle pouch; pattern by Kanako Fukatani

cropped

Ini adalah  postingan pertama saya di sejak pindahan ke momenio.com. Sangat senang akhirnya bisa memiliki domain dengan nama sendiri, sudah bertahun-tahun ada di wishlist saya. Alhamdulillah. Dan selamat Tahun Baru 2017 ! 
Saya mengenal Kanako Fukatani melalui instagram salah seorang teman saya, Rinda Sjarif, yang saya kenal melalui instagram karena hobi menjahit ini, kami saling berkunjung dan berkomentar setiap kali ada hal menarik yang kami posting di instagram. Selama ini saya memang lebih aktif di instagram, kumpulan jahit-menjahit saya lebih banyak dipamerkan di galeri instagram, inilah mengapa blog saya sebelumnya cenderung terbengkalai-malas menulis. Mulai sekarang, saya akan berusaha mengubah kebiasaan itu! 

Jadi teman saya, Rinda, bercerita kalau pada waktu itu Kanako-san mencari pattern tester untuk tutorial terbarunya dan Rinda mendaftar. Dan saya lihat ini memang baru pertama kali Kanako-san membuat tutorial, di dalam instagramnya, ia mengatakan bahwa uji coba tutorial itu adalah hal yang sulit, tapi menerjemahkannya dari bahasa Jepang ke Inggris itu juga suatu tantangan tersendiri, karena dia bukan english native. Ini pelajaran berharga juga untuk para non-english native seperti kita yaa yang mungkin kurang fasih atau kurang percaya diri berbahasa Inggris. Setelah Rinda bercerita tentang pouch ini, saya langsung cuss ke instagram Kanako-san.    

Saat melihat half-square triangle pouch ini di postingan di instagram Kanako-san, kesan pertama saya adalah “rumit” “bagaimana resletingnya bisa menyatu begitu?” dan kelihatannya cuma satu bilah resleting saja. Kan biasanya resleting itu memiliki dua bilah, di tengah-tengahnya ada alur untuk menarik kepala resleting yang menyatukan kedua bilah [kanan-kiri]. Dan pada saat sedang ‘heboh’ sendiri ini, tutorialnya belum dipublikasikan secara umum, hanya khusus pattern tester saja. Saya semakin penasaran !

Apakah teman-teman juga memiliki kesan yang sama saat melihat foto half-square triangle ini?

Sekarang, polanya sudah beredar di Pinterest dan bisa diunduh langsung di sini. Kanako-san meng-upload tutorialnya melalui Craftsy, Gratis ! jadi teman-teman harus mendaftarkan diri dulu di situs tersebut. Namun, untuk kalian yang mungkin merasa enggan mendaftar di Craftsy atau tidak mau repot dengan bahasa Inggris, saya akan menguraikan langkah-langkahnya dalam postingan ini, dan tentu saja, versi lengkapnya tetap ada di tutorial versi Inggris dari Kanako-san yaa

Setiap kali saya mencoba suatu tutorial yang tidak disediakan polanya, karena bentuknya hanya kotak dan tidak ada bagian bersudut atau membulat, saya akan membuat polanya sendiri [berdasarkan ukuran tersebut] di atas kertas kalen
der, bagian belakangnya kan biasanya putih polos. Ini untuk memudahkan mengoreksi jika ada kesalahan ukuran, yang paling sering terjadi pada saya saat mengukur adalah ada dua sisi [biasanya berhadapan] yang tidak sama besar, lurus dan ukurannya sama tapi lebih bergeser ke salah satu sisi, jadinya tidak pas pada saat dilipat dua berhadapan. Repot kalau ini terjadi pada kain yang sudah dipotong dengan rapi kan?

Tips #1. Gunakan sisi belakang kalender yang polos. Dan biasanya, kertas kalender  lebih tebal dan kaku dibandingkan kertas HVS biasa, memudahkan proses penjiplakan di kain nantinya.

Note: Pouch yang dibuat menggunakan tutorial ini boleh dijual, namun tidak untuk diproduksi secara massal. Dan pola ini dibuat oleh Kanako fukatani, please do not sell this pattern.

Tutorial ini akan menghasilkan dua half-triangle pouch sekaligus.

Yang dibutuhkan:

  • Dua lembar kain untuk outer. Sebaiknya cukup luas untuk dipotong menjadi segitiga siku-siku dengan sisi 27 cm di dua sisinya yang sama panjang. Dan sebaiknya gunakan motif kain yang kecil-kecil.
  • Satu lembar kain berukuran persegi berukuran 30,5 x 30,5 cm untuk inner dan binding [bisban]. 
  • Satu lembar batting [saya menggunakan T103] berukuran 27 x 27 cm
  • Dua lembar resleting berukuran 40 cm atau lebih dan dua kepala resleting. Resleting besi/logam dan invisible zipper [resleting jepang] tidak bisa digunakan dalam tutorial ini.
  • Rotary cutter dan alasnya
  • Penggaris akrilik [jika ada] atau penggaris biasa
  • Clover wonder clip [jika ada], sebelum punya penjepit ini, dulu saya menggunakan penjepit kertas berwarna warna hitam itu, yang ukurannya paling kecil
  • Frixion pen atau pena khusus kain  

Potong-memotong:

Potong segitiga siku-siku, masing-masing sisi memiliki panjang 27 cm pada kain outer.

Half square triangle pouch

Potong dua segitiga siku-siku dari kain inner yang berbentuk persegi dengan panjang sisi 30,5 cm. Setiap sisi segitiga tersebut panjangnya 26 cm. Kemudian potong bagian tengah yang tersisa dari kain inner tersebut menjadi dua strip yang sama lebarnya [3 cm]. Strip ini akan menjadi bisban. Jadi sesuaikan kertas kalendernya di sudut siku-sikunya [90 derajat].

Tips #2. Gunakan selotip atau masking tape pada saat menjiplak pola, agar kertas tidak bergeser. Pastikan salah satu atau dua selotip melekat pada meja atau mat yang digunakan sebagai alas.

Cara menjahit:

  • Letakkan kain outer  segitiga siku-siku RST [right side together = sisi kain yang bagus berhadapan]. Jahit dengan jarak [seam allowance] 1 cm dari pinggiran sisi yang miring/pitagoras. Setrika hasil jahitan tersebut di bagian tengahnya agar terbuka. 

Tips #3. Usahakan selalu menyetrika jahitan agar tampak lebih rapi. Cara ini juga membantu pada saat kita ingin melakukan jahit tindas [top stitch] sebagai jahitan penutup.

  • Rekatkan/pasang batting pada sisi buruk kain outer. Saya menggunakan T103 yang tidak memiliki perekat, jadi saya hanya menyetrika batting pada sisi buruk kain outer agar “lengket sementara”.

Half square triangle pouch

Half square triangle pouch

  • Quilt kain outer dan batting. Selain untuk menyatukannya, quilting ini bisa juga berperan sebagai dekorasi. Jadi, tidak masalah kan menggunakan batting yang tidak berperekat, kita juga tidak membutuhkan lem. Kanako-san menguraikan bahwa ia menggunakan jarak 2 mm antar-jahitan. Gunakan frixion pen [*merk] atau pena kain untuk membuat garis-garis lurus pada kain outer, langkah ini akan mempermudah proses quilting
  • Potong pinggiran batting yang berlebihan, sesuaikan dengan ukuran kain outer-nya

Half square triangle pouch

  • Potong kain outer+batting yang sudah di-trim tersebut secara diagonal sehingga setiap potongan-paruhnya memiliki kedua motif kain. Pasang resleting-tanpa kepala pada sisi bagus kain, mengikuti sisi miring kain, biarkan saja kelebihan resletingnya. Lalu jahit resletingnya. Pada tahap ini, mulai terlihat kalau kita akan membuat 2 pouch sekaligus. *Saya membedakannya dengan meletakkan jenis resleting berbeda [plastik dan besi] agar mudah dikenali untuk tutorial ini, tapi sebagai catatan, sebaiknya jangan menggunakan resleting besi karena pemasangan kepala resletingnya agak rumit.

Half square triangle pouch

  • Kemudian, letakkan kain inner RST. Sehingga resleting berada di antara sisi bagus kain outer+batting dan kain inner [saya menyebutnya “sandwich“]. Jahit resleting dan inner, mengikuti/menimpa jahitan resleting sebelumnya pada kain outer+batting.  Kemudian, setrika [sisi buruk kain outer dan inner berada di dalam/berhadapan] dan jahit tindas [top stitch] agar terkesan profesional dan rapi.

Half square triangle pouch

 

 

Half square triangle pouch

Half square triangle pouch

  • Lipat kain tepat di tengah-tengah resleting, sehingga membentuk kotak persegi dengan bagian resleting ada di tengah-tengah, mengarah diagonal. gunakan penjepit [clover wonder clip] untuk mempertahankan bentuknya, atau bisa juga dijahit tangan sementara [basting stitch].
  • Pasang kepala resleting. Kepala resleting plastik dan resleting biasa lebih mudah dipasangkan dibandingkan kepala resleting logam. Karena kita hanya menggunakan salah satu bilah resletingnya saja, jadi ada gigi resleting besi yang tidak bisa pas-tidak tertutup rapat. 

Tips #4. Jika sulit memasukkan kepala resleting, potong sederet gigi resleting yang berada di ujung [sepanjang 2 cm saja]. Biasanya ada kelebihan panjang resleting, jadi ini bisa dipotong di deretan giginya saja. Pasangkan kepala resleting di bilah yang tidak dipotong giginya terlebih dahulu, kemudian pasang di bilah yang dipotong giginya. Tarik kepala resleting seperti biasa, sambil memegang ujung kedua bilah resletingnya.  

Half square triangle pouch

 

  • Jika kepala resleting sudah terpasang, potong kelebihan kain dan resletingnya, sehingga diperoleh persegi berukuran 11 x 11 cm. Untuk mempermudah, gunakan rotary cutter dan penggaris quilting. Lalu balik kain sehingga kain inner ada di luar.

Half square triangle pouch

 

  • Siapkan strip yang akan menjadi bisban [hasil potongan kain inner]. Buka resleting sekitar 4 cm. Jahit lurus bisban pada pinggiran kain inner yang telah di-trim. Berhenti menjahit sebelum mengenai bagian resleting, lipat 45 derajat pada bagian sudutnya, lipat bisban mengikuti sudut tersebut, lalu jahit. *Pada ujung awal dan akhir bisban, sisakan ujungnya sekitar 1 cm, potong kelebihan bisban, lipat ke dalam agar ujung potongnya tidak mudah terurai. 

Half square triangle pouch

Half square triangle pouch

 

 

the bias corner - 45 degree angle

folded bias edge

bias-corner result

  • Lipat sisi bisban yang belum dijahit ke arah dalam. Jahit sembunyi [ladder stitch] menggunakan tangan, atau gunakan sepatu jahit khusus bias tape [jika memilikinya].

folded bias tape

  • Dan ini dia hasilnya di bagian dalamnya [inner]. Balik kain melalui bagian resleting yang terbuka. And you’re done! 

half-square triangle pouch - inner result

Result - half square triangle pouch

Tingkat kesulitan : * * * for beginner who wants to dive deeper.

Ada beberapa poin kesulitan dalam membuat pouch yang nampak sederhana ini, terutama untuk pemula, yaitu, menjahit resleting yang rapi, memasang-kembali kepala resleting, dan menjahit bisban/bias tape. Tapi saya yakin teman-teman bisa menikmati prosesnya, karena setelah pouch-nya jadi, semua kerumitannya terlupakan and it feels great! 

Pesan dari Kanako-san, jika teman-teman membuat pouch ini, silahkan di-share ke Instagram dengan #halfsquaretrianglepouch atau #HSTpouch dan tag @kanakofukatani.

I hope you will enjoying the process.

Bagi saya pribadi, menjahit adalah terapi mental. Kalau perasaan sedang galau atau jenuh dengan pekerjaan, saya akan mencari ide dan duduk manis di depan mesin jahit saya. Setelah jahitan saya jadi, mood saya sudah bahagia lagi. I called it #sewtherapy. Sewing is my mood booster!

Happy sewing dear friends. ^.^ Kalau ada yang ingin ditanyakan, silahkan di-posting di kolom komentar yaa…

 

momenio.com

28,473 total views, 107 views today

4 Comments

  1. Wah, kreatif sekali mak. Btw, sekalian kenalan juga nih, kunjungan pertama di blog nya.

    1. Author

      haduuuhhh senangnya.. terima kasih sudah berkunjung mak. Salam kenal. ^.^

  2. Hello, do you have this tutorial in English? although pictures are very clear it would be easier understand text.
    Thanks!

    1. Author

      I’m sorry, I only write this in Indonesian. Perhaps you can use google translate for web, it usually automatically translate into your preference language.
      And the original Kanako’s tutorial is in English. You can search & download it here.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *