Minki’s SAL Challenge – 1st Week : Coaster

Hello,
we meet again, at last.
Aku ikutan challenge di Instagram yang diadakan oleh Minki Kim. Bulan Agustus 2016 lalu,  buku berjudul Sewing Illustration dari Minki Kim dan Kristin Esser akhirnya terbit juga. Buku itu tentu saja berisi tentang sewing illustration yang menjadi signature-nya Minki, serta beberapa proyek menjahit yang dilakukannya. Aku sudah pernah membahas bagaimana aku mengikuti karya-karya Minki kan di postingan sebelumnya. I’m a big fan! Dan dengan adanya challenge ini, aku sangat-sangat excited, apalagi ini open internationally dan aku sudah punya bukunya walaupun via Scribd, paling tidak pola-polanya bisa aku print sendiri untuk keperluan challenge ini. Ketentuan lainnya yang lebih lengkap bisa dilihat di Instagram-nya Minki Kim, @Zeriano. Challenge ini berlaku selama bulan Oktober 2016, setiap minggunya ada pemenangnya dan di akhir bulan nanti akan ditentukan pemenang yang paling banyak menjahit dan posting karya-karyanya seputar sewing illustration. Hadiahnya lumayan menggiurkan, tapi yang lebih penting lagi, kita bisa pamer dan diperhatikan langsung oleh empunya buku. it’s really wow! So, yang mau ikutan ayok cuss ke instagramnya Zeriano.
Untuk postingan minggu pertama ini, aku membuat coaster alias tatakan gelas, yang merupakan halaman awal dari proyek for the table di buku Sewing Illustration. coaster ini sederhana dan termasuk beginner project, jadi buat kamu-kamu yang baru belajar, coaster ini cocok banget! untuk melatih skill kerapian menjahit, terutama top stitch *yang sampai hari ini pun aku masih belum rapi. hehe…  
Berikut ini adalah behind the scenes proyek tea mat yang kubuat untuk challenge tersebut. tutorial lengkapnya tentu saja bisa dicari di buku atau blog-nya Minki. 
Ini dia versi setengah jadi ilustrasi jahitnya. Aku menggunakan blacu sebagai dasarnya dan dilapisi staplek di bagian sisi buruknya [wrong-side].
Sashiko sebagai pengganti potongan kain katunya. Modifikasi sedikit dan memasukkan unsur khas-ku. Someday, aku akan membahas lebih banyak tentang sashiko dan memberi tutorialnya. Doakan semoga ada waktu untuk foto-foto yaa…
Batting. *maafkan gak tau apa istilahnya di bahasa indonesia. Aku menggunakan T103 medium-weight. Dan kain lurik birunya tidak kuberi lapisan interfacing, karena sudah ada batting ini.
Potongan kain ditumpuk right side together [RST] atau sisi yang bagus saling berhadapan. Jahit di bagian yang diberi garis merah. Seam allowance 1/4″.
Lihat di bagian sisi buruknya, buka lipatan jahitannya. Jepit menggunakan clover wonder clip seperti ini, atau bisa juga pakai penjepit kertas yang warna hitam itu atau jarum pentul. Lalu setrika, agar lipatannya terbuka.
Jahit tindas/top stitch disepanjang pertemuan kedua potongan kain. Gunanya untuk menutup jahitan agar lebih rapi, tidak menggelembung di bagian belakangnya, dan terlihat rapi dan profesional dari bagian depan.
Ini hasilnya setelah kedua pola kecil disatukan. Kain lurik biru berperan sebagai backing, kain di bagian belakang.

Tumpuk kedua potongan kain dalam foto di atas RST menjadi seperti ini. Jepit untuk mengamankan posisinya. Lalu jahit sekelilingnya, dengan seam allowance 1/4″. Jangan lupa disisihkan sekitar 3-4 cm di salah satu sisi, tanpa jahitan.

Potong ujung-ujung jahitan seperti di foto. Lakukan di semua sudutnya.

Gunakan sumpit atau ujung gunting yang dikatupkan kedua bilahnya untuk menekan sudut-sudutnya. Sebenarnya ada alat yang mempermudah langkah ini, tapi saat ini, aku sudah merasa nyaman menggunakan sumpit.

Contoh, ini sumpit yang kugunakan. Sumpit ini berujung bulat dan terbuat dari besi. *tips Cara ini lebih aman dibandingkan menggunakan gunting, karena biasanya gunting itu tajam ujungnya dan kalau terlalu keras menekan sudut-sudutnya, jadinya malah tembus dan berlubang. 
Close up bagian kain yang tidak dijahit, ini digunakan untuk membalik kain dari dalam ke luar. Untuk menutup lubang ini, gunakan jahit tindas atau jahitan sembunyi.
Hasilnya setelah disetrika.

Jepit bagian yang terbuka, lalu gunakan jahit tindas untuk menutupnya.

Jahit tindas sebagai penutup. Agar lebih rapi. *masih harus belajar lebih rapi lagi 
voilla! ready to use.
The afternoon tea is ready to serve, lebih fancy karena pakai tatakan gelas buatan tangan sendiri. Di Pinterest ada berbagai macam tutorial membuat coaster ini, dan menguraikan ukurannya juga, bocoran buat kamu yang masih bingun soal ukurannya. Aku tidak bisa menguraikan semuanya dengan detail apa yang ada di bukunya mba Minki, kalau mau tahu lebih banyak tentang sewing illustration-nya, silahkan langsung baca-baca di blog-nya aja, atau youtube channel-nya kalau masih bingung bagaimana cara menjahitnya, she’s really good at turning around fabrics on her sewing machine. Ada semua kok. Tapi tentu saja, ada beberapa hal yang memang lebih dirincikan di dalam buku. That’s why we paid a lot. hehe…
Okay, see you next time. Happy sewing.
love,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *